Mendung menggantung di langit
Cikasur. Matahari merangkak muncul dari balik pegunungan yang melingkung di
sisi timur. Entah mana yang Gunung Pandu, mana yang Semeru (bukan Semerunya
TNBTS), dan mana Argopuro beserta tiga puncaknya. Pemandangan buram terhalang
kabut, hanya nampak kaki bukitnya yang menyatu dengan padang sabana.
Cikasur sunyi. Keheningan pagi dipecah
oleh kokok ayam hutan yang suaranya khas; seperti burung berteriak parau.
Rintik hujan masih turun jarang-jarang ketika kami membuka pintu tenda, menyambar
sandal, dan merasakan dinginnya titik embun menusuk-nusuk kulit kaki seperti
es.
Pagi ini kami keluar tenda lebih
awal karena: pengin lihat-lihat Cikasur!
Karena kemarin kami sampai
menjelang magrib, nggak sempat, deh, lihat-lihat sekeliling. Pendaki mana, sih,
yang nggak penasaran dengan reruntuhan bangunan Belanda, bekas lapangan
terbang, atau Sungai Kolbu? Mana Cikasur didapuk sebagai padang sabana terluas
di Gunung Argopuro, lagi. Pasti pemandangannya sendiri juga cakep! Dan... siapa
tahu dapat rezeki bisa ngelihat rusa Cikasur yang legendaris itu? Who knows.
Pokoknya kami pengin ngelihat
pesona Cikasur sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Yup, hari ini rencananya
kami akan bertolak menuju Cisentor –
Rawa Embik, dan kalau bisa sampai Sabana Lonceng.
Tapiii, pagi ini kita puas-puasin keliling Cikasur dulu.
[ NB: meski hal-hal terkait kebumian dan sejarah diambil dari referensi, bisa jadi dalam tulisan ini ada yang keliru sebab saya salah tulis, salah memahami, atau keliru ambil sumber. Mohon maaf bila ada ketidaktepatan, pembaca disarankan check dan recheck ke sumber yang lebih kredibel ]
[ Disclaimer: karena pendakian ini udah bertahun-tahun lalu, pastinya ada hal-hal atau info yang udah berubah seperti peraturan dsb. Harap cek info terbaru dari laman resmi Dataran Tinggi Yang dan ikuti peraturan terkini ]
DAFTAR ISI:
- Pagi di Sungai Kolbu
- Jejak Sejarah di Cikasur
- Menuju Cisentor
- Alam & Ekosistem Argopuro
- Cisentor!
- Menuju Rawa Embik
- RANGKUMAN
Seperti biasa, posting-annya panjang. Daftar isi ini tujuannya memudahkan kalau ada yang cari bagian tertentu, tinggal klik aja. Masih di halaman ini cuma beda paragraf aja.
Pagi di Sungai Kolbu
Kombinasi matahari terbit dan
mendung membawa semburat oranye kemerahan yang kontras dengan siluet
bukit-bukit. Sekilas mengingatkan saya pada corak batik megamendung khas
Cirebon yang pink-nya cerah itu. Jam masih menunjukkan pukul lima lewat.
Kami bergantian eksplor Cikasur. Beberapa dari kami berkeliling, sementara yang lain tinggal di tenda.
teks

Tidak ada komentar: