人生 - Hijaubiru

Jumat, 04 Februari 2022

人生






Matematika yang kita pelajari di bangku sekolah amat berbeda dengan matematika kehidupan. Di sini, 1 ditambah 1 belum tentu jadi 2. Bisa jadi 3, 0, bahkan bernilai minus. Kita berusaha belum tentu kita akan sukses. Bisa jadi malah stagnan atau gagal. Di sisi lain, nggak berusaha belum tentu akan gagal. Bisa jadi yang bersangkutan malah hidup enak.

Enggak, di sini nggak akan ngomongin privilege

Back to topic, pernah baca perjalanan hidup orang yang kayak gini? 

Ada yang gagal-gagal-sukses, sukses-sukses-gagal, gagal-gagal-gagal, sukses-sukses-sukses. Ada juga yang biasa-biasa aja. 1+1 yang sederhana ada yang berakhir kisah manis, sedangkan 10+10 yang nampak lebih banyak ternyata zonk di belakangnya. Ada bisnis dan nasib orang yang udah digadang-gadang, "Wah bakal gede nih, sukses nih" tapi sekarang "Lho kok jadi gini?"

Well, that's life.

Kita berbuat baik belum tentu dibaikin balik. Bisa jadi malah dimanfaatin atau ditipu. Atau malah yang dibaikin nggak ngeh kalau kita lagi berbuat baik sama dia dan malah salah paham, dikira kita berniat buruk. Ada yang kayak gini? Ada. Karena beda perspektif. Di sisi lain, ada orang yang rusak atau jahatnya minta ampun tapi justru diterima karena alasan ini dan itu. 

Orang yang udah banyak berusaha atau berkorban bisa aja terjungkal di akhir dengan alasan 'sesimpel' dia kena 'sikut'.

Nggak fair ya? Yah, that's life.

Hidupmu nggak seindah hidup orang lain? Nggak apa-apa.
Hidupmu nggak selancar cerita sukses orang lain? Nggak apa-apa.
Hidupmu penuh onak, duri, dan air mata? Nggak apa-apa.
Kamu ngerasa sudah berusaha sampai nangis darah tapi ending-nya membagongkan? Nggak apa-apa.
Kamu masih mau hidup, bahkan berusaha, sampai titik ini pun udah bagus banget.
Mungkin sedikit, atau bahkan nggak ada, orang yang akan menyorakimu saat kamu berusaha masih mau hidup. Tapi ketahuilah kalau itu udah bagus.

Kamu masih mau bernapas sampai detik ini? Itu udah bagus.  

Hidup nggak akan pernah adil. Yang adil, ya, di akhirat nanti. Saat semua baik-buruk ditimbang, ketika semua maksud dan niat tampak terang tanpa sembunyi di balik alibi. 

Life isn't fair. It won't be. Do you know what's fair? The afterlife.

Ada satu kalimat yang nggak sengaja saya temukan di sebuah utas Twitter. Saya nggak tahu ini konsepnya salah atau benar secara agama, tapi saya pribadi meyakini ini benar karena rasanya konsep ini lebih adil. Kira-kira kayak gini:

Balasan itu adanya di akhirat. Kalau di dunia, namanya ujian. Soalnya kita gatau kan, kita dikasih sesuatu itu imbalan buat amal baik kita atau justru buat ngetes kita bakal tetep lurus atau enggak.

Terus, gimana, dong?
Itu bahasan untuk lain waktu :)

Buat kamu yang ngerasa udah lama berusaha ngerajut cerita indah, tapi sekarang hidupmu nggak kunjung berbuah manis
Buat kamu yang putting on a brave face meski hati/fisik/harga diri rasanya udah hancur-lebur diinjak-injak jadi kepingan dan remah-remah 
Buat kamu yang dianggap lemah padahal kamu masih berjuang buat sekadar bertunas

I don't know what to say, actually...
Just... listen to yourself
You're still standing til this point, 
You still want to stand up to this very moment,
For now, that's enough

Yes, life isn't fair to you. Acknowledge it first and don't deny that life is always fair. Your life story doesn't have to resemble others. It doesn't have to resemble 'the model stories'. 

Seperti yang ditulis di atas, kamu masih mau hidup dan nggak memutus napas sampai detik ini itu sudah bagus. 

Just... keep living. Just keep swimming. 


Tidak ada komentar: